My Sun Solaris (2)
CONFIGURING IP NETWORK
Untuk mengkonfigurasi network pada solaris.
a) Edit file /etc/hosts :
Isi file seperti ini :
127.0.0.1 localhost
192.168.0.2 solaris
b) Cek file /etc/hostname.driver_nameNIC_number contoh : /etc/hostname.rtls0, lihat isi file :
192.168.0.2
c) Edit file /etc/netmask
255.255.255.0
Sesuai dengan table ip untuk private network
d)Buat file /etc/resolv.conf agar bisa connect to internet maka isi DNS nameserver.
Isi file dengan :
nameserver 192.168.1.2
nameserver 202.46.129.2
e) Setting default gateway dengan mengedit file /etc/defaultrouter, isi dengan :
192.168.0.1
f) Mengaktifkan interface dengan cara :
# ifconfig rtls0 plumb
# ifconfig rtls0 192.168.0.2 netmask 255.255.255.0 up
g) Reboot
IP FORWARDING
Mengaktifkan Ip Forwarding berarti sistem akan meroutingkan packet antar networks berbeda interface dengan kata lain meneruskan packet antar 2 interface berbeda. Untuk melihat apakah ip forward dan ip routing telah di-enable, pada solaris dapat menggunakan perintah routeadm. Jika ip forward dan ip routing belum di-enable, maka dapat menuliskan perintah:
# routeadm –u -e ipv4-forwarding
# routeadm –u -e ipv4-routing
Untuk mendisable, pada ip forward dan ip routing kita dapat menuliskan :
# routeadm –u -d ipv4-forwarding
# routeadm –u -d ipv4-routing
Untuk melihat apakah ip address, netmask, dan status up dapat menuliskan perintah:
# ifconfig –a
Untuk melihat apakah table routing, kita dapat menuliskan perintah:
# netstat -rn
Cara lain yang dapat dilakukan :
Edit the /etc/rc2.d/S69inet startup script dengan menambah file ini apabila tidak ada :
• Turn on IP forwarding
#/usr/sbin/ndd -set /dev/ip ip_forwarding 1
• Turn off IP forwarding
#/usr/sbin/ndd -set /dev/ip ip_forwarding 0
MC
Midnight Commander adalah sebuah browser direktori/file manager untuk sistem operasi UNIX−like. Layar MC dibagi ke dalam empat bagian. Hampir semua layar diisi oleh dua buah panel direktori. Secara bakunya, baris terakhir menunjukkan label−label kunci fungsi, di atasnya adalah perintah baris. Baris paling atas adalah baris menu bar. Baris menu bar akan tampak bila menekan tombol F9.
Cara Penginstallan MC pada solaris :
1. Download package untuk mc solaris pada http://www.sunfreeware.com/programlistintel10.html
2. Package yang diperlukan adalah :
• mc
• libiconv
• glib
• slang
• libgcc
• gcc
3. Ekstrack package dan install :
# gunzip mc-4.6.1-sol10-x86-local.gz libiconv-1.11-sol10-x86-local.gz glib-1.2.10-sol10-intel-local.gz slang-2.1.3-sol10-x86-local.gz libgcc-3.3-sol10-intel-local.gz gcc-3.3.2-sol10-intel-local.gz
# pkgadd –d mc-4.6.1-sol10-x86-local libiconv-1.11-sol10-x86-local glib-1.2.10-sol10-intel-local slang-2.1.3-sol10-x86-local libgcc-3.3-sol10-intel-local gcc-3.3.2-sol10-intel-local
4. pindah mc pada /usr/local/bin ke /usr/bin
5. jalankan mc.
Tampilan MC :

SAMBA
Samba merupakan aplikasi Unix yang memanfaatkan protokol SMB (Server Message Block). Karena memakai protokol yang sama yaitu SMB, maka dengan Samba memungkinkan mesin Unix/Linux berkomunikasi dengan mesin Windows/Dos maupun OS/2.
Samba dapat digunakan untuk :
• Menghubungkan setiap mesin Unix (termasuk Linux) dengan mesin Dos/Windows
• Menempatkan mesin Unix (Linux) sebagai Primary Domain Controller sebagaimana yang dilakukan Windows NT / 2000 server.
• Berbagi (share) file dan printer pada semua komputer yang terhubung ke jaringan.
• Membantu pengguna browsing di network neighborhood
• Memberikan otentikasi kepada tiap klien yang login ke dalam suatu domain pada suatu jaringan
Setting Pada Solaris : (biasanya samba sudah terinstall) apabila belum bias download package samba pada http://www.sunfreeware.com/programlistintel10.html
1. Check apakah samba sudah terinstal pada mesin anda
Bash-3.00#/usr/sfw/sbin/smbd -V
Version 3.0.21b
2. Konfigurasi samba pada /etc/sfw/smb.conf :
#Global parameters
workgroup = Mygroup
server string = Samba Share
security = SHARE
hosts allow = 10.10.2. 192.168.1. 192.168.0. 127.
[root]
path = /
comment = Solaris root
guest ok = Yes
read only = Yes
[myshare]
path = /sharedir
comment = Solaris share
guest ok = Yes
read only = No
public = yes
writable = yes
[Centericq]
path = /Documents/centericq
comment = Solaris centericq
guest ok = Yes
read only = No
public = yes
writable = yes
3. Check samba konfigurasi file dengan
#./testparm
4. akan muncul seperti ini :
Load smb config files from /etc/sfw/smb.conf
Processing section “[root]“
Processing section “[myshare]“
Processing section “[Centericq]“
Loaded services file OK.
Press enter to see a dump of your service definitions
5. Edit file /etc/services :
netbios-ns 137/udp # Samba nmbd
netbios-ssn 139/tcp # Samba smbd
swat 901/tcp # Samba swat
6. Edit file /etc/inetd.conf :
netbios-ssn stream tcp nowait root /usr/sfw/sbin/smbd smbd
netbios-ns dgram udp wait root /usr/sfw/sbin/nmbd nmbd
swat stream tcp nowait.400 root /usr/sfw/sbin/swat swat
7. compile informasi baru pada inetd.conf
#inetconv
Atau dapat pula # pkill -HUP inetd
8. start servis samba dengan menggunakan perintah
#/etc/init.d/smb start
9. jalankan browser http://192.168.0.2:901 atau smb://192.168.0.2
FTP
FTP merupakan bagian dari rangkaian atau kesatuan internet protocol yang dapat mentransfer file computer antara mesin-mesin dengan luas sistem pengoperasian yang berbeda. FTP terdapat 8 bit clientserver protocol, mampu menangani segala tipe file tanpa memproses lebih jauh. Bagaimanapun juga FTP memiliki keterlambatan yang tinggi, waktu antara permulaan request dan untuk menerima data yang diinginkan dapat diperpanjang dan kadang-kadang dibutuhkan login prosedur yang berkepanjangan.
Salah satu aplikasinya adalah : proftpd
Cara FTP pada solaris :
1. Download package proftpd-1.3.1rc2 dan ncurses pada : http://www.sunfreeware.com/programlistintel10.html
2. Ekstrack file dan install ncurses dan proftpd
# gunzip ncurses-5.6-sol10-x86-local.gz
# pkgadd -d ncurses-5.6-sol10-x86-local
# gunzip proftpd-1.3.1rc2-sol10-x86-local.gz
# pkgadd -d proftpd-1.3.1rc2-sol10-x86-local
3. check proftpd di /usr/local/sbin
4. edit file /usr/local/etc/proftpd.conf :
# This is a basic ProFTPD configuration file (rename it to
# 'proftpd.conf' for actual use. It establishes a single server
# and a single anonymous login. It assumes that you have a user/group
# "nobody" and "ftp" for normal operation and anon.
ServerName "Solaris server"
ServerType standalone
DefaultServer on
MultilineRFC2228 on
ShowSymlinks on
TimeoutNoTransfer 600
TimeoutStalled 600
TimeoutIdle 1200
# Port 21 is the standard FTP port.
Port 21
# Umask 022 is a good standard umask to prevent new dirs and files
# from being group and world writable.
Umask 022
# To prevent DoS attacks, set the maximum number of child processes
# to 30. If you need to allow more than 30 concurrent connections
# at once, simply increase this value. Note that this ONLY works
# in standalone mode, in inetd mode you should use an inetd server
# that allows you to limit maximum number of processes per service
# (such as xinetd).
MaxInstances 30
# Set the user and group under which the server will run.
User nobody
Group nogroup
# To cause every FTP user to be "jailed" (chrooted) into their home
# directory, uncomment this line.
DefaultRoot ~
# Normally, we want files to be overwriteable.
AllowOverwrite on
# Bar use of SITE CHMOD by default
<Limit SITE_CHMOD>
DenyAll
</Limit>
# A basic anonymous configuration, no upload directories. If you do not
# want anonymous users, simply delete this entire section.
# #do not want anonymous access
## User ftp
## Group ftp
# We want clients to be able to login with "anonymous" as well as "ftp"
##UserAlias anonymous ftp
#Cosmetics changes,all files belongs to ftp user
DirFakeUser on ftp
DirFakeGroup on ftp
RequireValidShell off
# Limit the maximum number of anonymous logins
MaxClients 10
# We want 'welcome.msg' displayed at login, and '.message' displayed
# in each newly chdired directory.
DisplayLogin welcome.msg
DisplayFirstChdir .message
# Limit WRITE everywhere in the anonymous chroot
<Directory *>
<Limit WRITE>
DenyAll
</Limit>
<Limit STOR>
AllowAll
</Limit>
</Directory>
#</Anonymous>
5. jalankan proftpd
#proftpd
6. coba ftp ke localhost.
7. tampilan :

NFS
NFS banyak digunakan sebagai file sharing server, Akses terhadap file di server dilakukan secara transparan (user bisa mengakses file remote seperti mengakses file di local disk). Terdapat dua bagian yaitu bagian server dan bagian client yang biasanya akan dipakai oleh user.
Ketika kita menambahkan suatu disk pada sistem UNIX, maka kita menggabungkan disk itu pada file system yang sudah ada dengan menggunakanperintah mount. Disk yang baru membentuk cabang baru dari tiga struktur. Kita dapat berpindah ke dalamnya dengan perintah cd dan mengakses file-filenya. Dengan NFS Kita melakukan hal yang sama. Kita sebagai client, memberikan perintah mount yang dikirimkan ke remote server, dan bagian dari struktur file system menggabungkan local file system. Server sekarang mempunyai daftar mesin yang diijinkan mengakses file system tersebut.
Sekali kita telah me-mount remote file system pada satu struktur file, kapanpun kita menginginkan file pada tempat kita melakukan mount, sytem akan menerjemahkan perintah itu ke dalam NFS request dan mengirimkan ke network dari server. Server akan mengeksekusi permintaan tersebut dan akan mengembalikan kepada kernel. Sebagai balasannya, kernel akan memberikan resume ke proses jika permintaan itu dilayani oleh local disk.
Konfigurasi NFS server solaris :
1. NFS server dapat dimulai secara manual dengan menuliskan perintah:
# /etc/init.d/nfs.server start
2. Apabila kita ingin menge-share folder kita pada /Documents/package, maka perintahnya dapat ditulis:
# share –F nfs –o rw “package” /Documents/package
3. Kemudian kita mount file /Documents/package ke /Documents/share, kita dapat menggunakan perintah mount:
# mount –F nfs server1:/Documents/package /Documents/share
SSH
SSH (secure shell) banyak digunakan antara lain :
- SSH client yang digunakan untuk pengontrolan server jarak jauh.
- Dengan kombinasi SFTP dapat melakukan transfer file
- Dengan kombinasi rsync dapat digunakan sebagai mirror /backup
- Penerus Port /tunneling
Untuk konfigurasinya :
1. edit file /etc/ssh/sshd_config
2. untuk login root agar tidak bisa dipakai, melainkan hanya user yang diperbolehkan, dengan ganti baris :
“PermitRootLogin Yes” ganti dengan “PermitRootLogin No”
3. Kemudian lakukan perintah :
#/etc/init.d/sshd stop
#/etc/init.d/sshd start
PLAY SOUND
1. Download audio driver untuk solaris disini http://www.tools.de/opensource/solaris/audio/
2. Extract dan Install dengan perintah :
#bunzip2 audio-1.8-i86pc.pkg.bz2
#pkgadd –d audio-1.8-i86pc.pkg
3. Pilih no.6 driver AC97, apabila semua ingin di install tinggal enter saja (yes).
4. Reboot
5. Tampilan Playsound :

About this entry
You’re currently reading “My Sun Solaris (2),” an entry on Putri N-Blog
- Published:
- April 28, 2009 / 3:23 pm
- Category:
- iseng
- Tags:


No comments yet
Jump to comment form | comment rss [?] | trackback uri [?]